Mengenai Saya
- fidelya@nicha
- Yoroshiku..., Jumpa lagi dengan Nicha. Tak terasa sudah tahun 2013 dan Nicha masih senang bisa berbagi di blog ini. And motto q masih sama, yaitu lets enjoy everything we do. Oh ya, selain SK-KD dan PDF, sebagian besar karya Nicha sendiri atau ada juga makalah yang menjadi tugas kelompok bersama teman Nicha. Jadi akan senang rasanya jika itu bisa membantu kalian. Just enjoy my blog, guys...
Minggu, 30 Desember 2012
Senin, 24 Desember 2012
kelebihan dan kelemahan tes objektif dan essay
JENIS-JENIS
TES, KELEBIHAN,
DAN
KELEMAHANNYA
A. Tes Objektif
Pengertian tes objektif adalah tes atau butir soal yang
telah mengandung kemungkinan jawaban yang harus dipilih atau dikerjakan oleh
peserta tes. Peserta tes hanya harus memilih jawaban dari alternatif jawaban
yang disediakan.
Bentuk tes objektif secara umum memiliki 3 tipe yaitu :
Bentuk tes objektif secara umum memiliki 3 tipe yaitu :
a
Benar-salah
(true false)
b
Menjodohkan
(matching)
c
Pilihan ganda (multiple choice)
Butir soal objektif memiliki kekuatan antara lain :
1.
Mudah
dikontruksi.
2.
Perangkat
soal dapat mewakili seluruh pokok bahasan.
3.
Pemberian
nilai dan cara menilai test objektif lebih cepat dan mudah karena tidak
menuntut keahlian khusus dari pada si pemberi nilai.
4.
Alat yang
baik untuk mengukur fakta dan hasil belajar langsung terutama berkenaan dengan
ingatan.
5.
Untuk
menjawab test objektif tidak banyak memakai waktu.
6.
Reabilitynya
lebih tinggi kalau di bandingkan dengan test Essay, karena penilainnya bersifat
objektif.
7.
Objektif
test tidak memperdulikan penguasaan bahasa, sehingga mudah dilaksanakan.
8.
Validity
test objektif lebih tinggi dari essay test, karena samplingnya lebih luas.
Adapun
kelemahan butir soal objektif adalah :
1.
Mendorong
peserta tes untuk menebak jawaban, karena mereka belum menguasai materi
pelajaran tersebut.
2.
Terlalu
menekankan kepada ingatan.
3.
Peserta
tes harus selalu memberikan penilaian absolut.
4.
Banyak
memakan biaya, karena lembaran-lembaran item test harus sebanyak jumlah
pengikut test.
5.
Nilai
yang diperoleh belum tentu sesuai dengan kemampuan siswa, karena tak jarang
siswa yang hanya asal menerka jawaban
B.
Tes Uraian/esai
Pengertian tes uraian adalah butiran soal yang mengandung pertanyaan
Pengertian tes uraian adalah butiran soal yang mengandung pertanyaan
atau tugas yang jawaban atau pengerjaan soal tersebut
harus dilakukan dengan cara mengekspresikan pikiran peserta tes secara naratif.
Ciri khas tes uraian ialah jawaban terhadap soal tersebut
tidak disediakan oleh orang yang mengkontruksi butir soal, tetapi dipasok oleh
peserta tes. Peserta tes bebas untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Setiap
peserta tes dapat memilih, menghubungkan, dan atau menyampaikan gagasan dengan
menggunakan kata-katanya sendiri. Jadi perbedaan utama tes objektif dan uraian
dalah siapa yang menyediakan jawaban atau alternative jawaban sudah disediakan
oleh pembuat soal. Dengan pengertian diatas maka pemberian skor terhadap soal
uraian tidak mungkin dilakukan secara objektif.
Adapun
kelebihan soal uraian adalah :
1.
Tes
uraian dapat dengan baik mengukur hasil belajar yang kompleks, artinya hasil
belajar yang tidak sederhana. Hasil belajar yang kompleks tidak hanya
membedakan yang benar dari yang salah, tetapi juga dapat mengekspresikan
pemikiran peserta tes serta pemilihan kata yang dapat memberi arti yang
spesifik pada suatu pemahaman tertentu.
2.
Tes bentuk uraian terutama menekankan kepada
pengukuran kemampuan dan kemampuan mengintegrasikan berbagai buah pikiran dan
sumber informasi kedalam suatu pola berpikir tertentu, yang disertai dengan
keterampilan pemecahan masalah. Integrasi buah pikiran itu membutuhkan dukungan
kemampuan untuk mengekspresikannya. Tanpa dukungan kemampuan
mengekspresikan buah pikiran secara teratur dan terarah,
maka kemampuan tidak terlihat secara utuh. Bahkan kemampuan itu secara
sederhana sudah akan dapat kelihatan dengan jelas dalam pemilihan kata,
penyusunan kalimat, penggunaan tanda baca, penyusunan paragraf dan susunan
rangkain paragraf dalam suatu keutuhan pikiran.
3.
Bentuk tes uraian lebih meningkatkan motivasi
peserta didik untuk melahirkan kepribadiannya dan watak sendiri, sesuai dengan
sifat tes uraian yang menuntut kemampuan siswa untuk mengekspresikan jawaban
dalam kata-kata sendiri. Untuk
dapat mengekspresikan pemahaman dan penguasaan bahan dalam jawaban tes, maka
bentuk tes uraian menuntut penguasaan bahan secara utuh.
Penguasaan bahan yang tanggung atau parsial dapat
dideteksi dengan mudah. Karena itu untuk menjawab tes uraian dengan baik
peserta tes akan berusaha menguasai bahan yang diperkirakannya akan diujikan
dalam tes secara tuntas. Seorang peserta tes yang mengerjakan tes uraian dengan
penguasaan bahan parsial akan tidak mampu menjawab soal dengan benar atau akan
berusaha dengan cara membual.
4.
Kelebihan
lain tes uraian ialah memudahkan guru untuk menyusun butir soal. Kemudahan ini
terutama disebabkan oleh dua hal, yaitu:
a
Jumlah
butir soal tidak perlu banyak
b
Kedua,
guru tidak selalu harus memasok jawaban atau kemungkinan jawaban yang benar
sehingga akan sangat menghemat waktu konstruksi soal. Tetapi hal ini tidak
berarti butir soal uraian dapat dikontruksikan secara asal-asalan. Kaidah
penyusunan tes uraian tidaklah lebih sederhana dari kaidah penyusunan tes
objektif.
5.
Tes
uraian sangat menekankan kemampuan menulis. Hal ini merupakn kebaikan sekaligus
kelemahannya. Dalam arti yang positif tes uraian akan sangat mendorong siswa
dan guru untuk belajar dan mengajar, serta menyatakan pikiran secara tertulis.
Dengan demikian diharapkan kemampuan para peserta didik dalam menyatakan
pikiran secara tertulis akan meningkat. Tetapi dilihat dari segi lain,
penekanan yang berlebihan terhadap penggunaan tes uraian yang sangat menekankan
kepada kemampuan menyatakan pikiran dalam bentuk tulisan yang dapat menjadikan
tes sebagai alat ukur yang tidak adil dan tidak reliable. Bagi siswa yang tidak
mempunyai kemampuan menulis, akan menjadi beban.
Tes uraian di samping memiliki kelebihan terdapat pula
kelemahan-kelemahannya, yaitu :
1.
Reliabilitasnya
rendah artinya skor yang dicapai oleh peserta tes tidak konsisten bila tes yang
sama atau tes yang parallel yang diuji ulang beberapa kali.Menurut Robert L.
Ebel A. Frisbie (1986 : 129) terdapat tiga hal yang menyebabkan tes uraian
realibilitasnya rendah yaitu pertama keterbatasan sampel bahan yang tercakup dalam
soal tes. Kedua, batas-batas tugas yang harus dikerjakan oleh peserta
tes sangat longgar, walaupun telah diusahakan untuk menentukan batasan-batasan
yang cukup ketat. Ketiga, subjektifitas penilaian yang dilakukan oleh pemeriksa
tes.
2.
Untuk
menyelesaikan tes uraian guru dan siswa membutuhkan waktu yang banyak.
3.
Jawaban peserta tes kadang-kadang disertai
bualan-bualan.
4.
Kemampuan
menyatakan pikiran secara tertulis menjadi hal yang paling membedakan prestasi
belajar siswa.
SK-KD MATEMATIKA SMP
Standar Kompetensi dan Kompetensi
Dasar
Kelas
VII, Semester 1
|
Standar Kompetensi
|
Komptensi Dasar
|
|
Bilangan
1.
Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam
pemecahan masalah
|
1.1 Melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan
1.2 Menggunakan sifat-sifat
operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dalam pemecahan masalah
|
|
Aljabar
2.
Memahami bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel
|
2.1
Mengenali bentuk aljabar dan unsur-unsurnya
2.2
Melakukan operasi pada bentuk aljabar
2.3
Menyelesaikan persamaan linear satu variabel
2.4
Menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel
|
|
3.
Menggunakan bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu
variabel, dan perbandingan dalam pemecahan masalah
|
3.1
Membuat matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan
pertidaksamaan linear satu variabel
3.2
Menyelesaikan matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan
pertidaksamaan linear satu variabel
3.3
Menggunakan konsep aljabar dalam pemecahan masalah aritmetika sosial yang
sederhana
3.4
Menggunakan perbandingan untuk pemecahan masalah
|
Kelas VII, Semester 2
|
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
|
Aljabar
4.
Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah
|
4.1
Memahami pengertian dan notasi himpunan, serta penyajiannya
4.2
Memahami konsep himpunan bagian
4.3
Melakukan operasi irisan, gabungan, kurang (difference), dan komplemen
pada himpunan
4.4
Menyajikan himpunan dengan diagram Venn
4.5
Menggunakan konsep himpunan dalam pemecahan masalah
|
|
Geometri
5. Memahami
hubungan garis dengan garis, garis dengan sudut, sudut dengan sudut, serta
menentukan ukurannya
|
5.1
Menentukan hubungan antara dua garis, serta besar dan
jenis sudut
5.2
Memahami sifat-sifat sudut yang terbentuk jika dua garis
berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan dengan garis lain
5.3 Melukis
sudut
5.4 Membagi
sudut
|
|
6. Memahami konsep
segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya
|
6.1 Mengidentifikasi sifat-sifat segitiga
berdasarkan sisi dan sudutnya
6.2
Mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang,
persegi, trapesium, jajargenjang, belah
ketupat dan layang-layang
6.3
Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segi empat serta
menggunakannya dalam pemecahan masalah
6.4
Melukis segitiga, garis tinggi, garis bagi, garis berat dan garis sumbu
|
Kelas
VIII, Semester 1
|
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
|
Aljabar
1. Memahami
bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus
|
1.1 Melakukan operasi aljabar
1.2 Menguraikan bentuk aljabar ke dalam faktor-faktornya
1.3 Memahami
relasi dan fungsi
1.4
Menentukan nilai fungsi
1.5 Membuat
sketsa grafik fungsi aljabar sederhana pada
sistem koordinat Cartesius
1.6
Menentukan gradien, persamaan dan grafik garis lurus
|
|
2. Memahami
sistem persa-maan linear dua variabel dan menggunakannya dalam
pemecahan masalah
|
2.1 Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel
2.2 Membuat
matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua
variabel
2.3
Menyelesaikan matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan
linear dua variabel dan penafsirannya
|
|
Geometri dan
Pengukuran
3.
Menggunakan Teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah
|
3.1 Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menentukan panjang sisi-sisi
segitiga siku-siku
3.2 Memecahkan masalah pada bangun
datar yang berkaitan dengan Teorema Pythagoras
|
Kelas
VIII, Semester 2
|
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
|
Geometri
dan Pengukuran
4.
Menentukan unsur, bagian lingkaran serta ukurannya
|
4.1
Menentukan unsur dan bagian-bagian lingkaran
4.2 Menghitung keliling dan luas lingkaran
4.3 Menggunakan hubungan sudut pusat, panjang busur, luas juring dalam
pemecahan masalah
4.4
Menghitung panjang garis singgung persekutuan dua lingkaran
4.5 Melukis lingkaran dalam dan lingkaran luar suatu segitiga
|
|
5. Memahami
sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta
menentukan
ukurannya
|
5.1 Mengidentifikasi sifat-sifat
kubus, balok, prisma dan limas serta bagian-bagiannya
5.2 Membuat jaring-jaring kubus, balok, prisma dan limas
5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma dan limas
|
Kelas
IX, Semester 1
|
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
|
Geometri dan
Pengukuran
1. Memahami
kesebangunan bangun datar dan penggunaannya dalam pemecahan masalah
|
1.1 Mengidentifikasi bangun-bangun datar yang sebangun dan
kongruen
1.2
Mengidentifikasi sifat-sifat dua segitiga
sebangun dan kongruen
1.3 Menggunakan konsep kesebangunan segitiga dalam pemecahan masalah
|
|
2. Memahami
sifat-sifat tabung, kerucut dan bola, serta menentukan ukurannya
|
2.1 Mengidentifikasi unsur-unsur tabung,
kerucut dan bola
2.2 Menghitung luas selimut dan volume tabung, kerucut dan bola
2.3 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan
tabung, kerucut dan bola
|
|
Statistika dan Peluang
3. Melakukan pengolahan dan penyajian data
|
3.1 Menentukan rata-rata, median,
dan modus data tunggal serta penafsirannya
3.2
Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, dan lingkaran
|
|
4. Memahami peluang kejadian sederhana
|
4.1 Menentukan ruang sampel suatu percobaan
4.2 Menentukan peluang suatu kejadian
sederhana
|
Kelas
IX, Semester 2
|
Standar Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
|
Bilangan
5. Memahami
sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar serta penggunaannya dalam
pemecahan masalah sederhana
|
5.1
Mengidentifikasi sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar
5.2 Melakukan
operasi aljabar yang melibatkan bilangan berpangkat bulat dan bentuk akar
5.3 Memecahkan masalah sederhana yang berkaitan dengan bilangan
berpangkat dan bentuk akar
|
|
6. Memahami barisan dan deret bilangan serta penggunaannya dalam
pemecahan masalah
|
6.1
Menentukan pola barisan bilangan sederhana
6.2 Menentukan
suku ke-n barisan aritmatika dan barisan geometri
6.3 Menentukan jumlah n suku pertama
deret aritmatika dan deret geometri
6.4 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan barisan dan deret
|
Langganan:
Komentar (Atom)