Mengenai Saya

Foto saya
Yoroshiku..., Jumpa lagi dengan Nicha. Tak terasa sudah tahun 2013 dan Nicha masih senang bisa berbagi di blog ini. And motto q masih sama, yaitu lets enjoy everything we do. Oh ya, selain SK-KD dan PDF, sebagian besar karya Nicha sendiri atau ada juga makalah yang menjadi tugas kelompok bersama teman Nicha. Jadi akan senang rasanya jika itu bisa membantu kalian. Just enjoy my blog, guys...

Minggu, 30 Desember 2012

FAKTOR PENENTU STRATEGI PEMBELAJARAN

http://www.ziddu.com/downloadlink/21229588/FAKTORPENENTUSTRATEGIBELAJAR.docx

ALAT PERAGA MATEMATIKA

http://www.ziddu.com/downloadlink/21229256/AlatPeragaMatematika.pdf

ULANGAN MATERI FUNGSI SMP

http://www.ziddu.com/downloadlink/21229441/ULANGAN8.docx

BUKU ONLINE MATEMATIKA VII

http://www.ziddu.com/downloadlink/21229440/smp7matPeganganBelajarMatWagiyo.pdf

BUKU ONLINE MATEMATIKA VIII

http://www.ziddu.com/download/21229442/smp8matContextualTeachingAndLearningEndahBudi.pdf.html

BUKU ONLINE MATEMATIKA IX

http://www.ziddu.com/download/21229444/smp9matContextualTeachingAndLearningSulaiman.pdf.html

Senin, 24 Desember 2012

kelebihan dan kelemahan tes objektif dan essay



JENIS-JENIS TES, KELEBIHAN,
DAN KELEMAHANNYA 

A. Tes Objektif
Pengertian tes objektif adalah tes atau butir soal yang telah mengandung kemungkinan jawaban yang harus dipilih atau dikerjakan oleh peserta tes. Peserta tes hanya harus memilih jawaban dari alternatif jawaban yang disediakan.
Bentuk tes objektif secara umum memiliki 3 tipe yaitu :
a       Benar-salah (true false)
b       Menjodohkan (matching)
c        Pilihan ganda (multiple choice)
Butir soal objektif memiliki kekuatan antara lain :
1.    Mudah dikontruksi.
2.    Perangkat soal dapat mewakili seluruh pokok bahasan.
3.    Pemberian nilai dan cara menilai test objektif lebih cepat dan mudah karena tidak menuntut keahlian khusus dari pada si pemberi nilai.
4.    Alat yang baik untuk mengukur fakta dan hasil belajar langsung terutama berkenaan dengan ingatan.
5.    Untuk menjawab test objektif tidak banyak memakai waktu.
6.    Reabilitynya lebih tinggi kalau di bandingkan dengan test Essay, karena penilainnya bersifat objektif.
7.    Objektif test tidak memperdulikan penguasaan bahasa, sehingga mudah dilaksanakan.
8.    Validity test objektif lebih tinggi dari essay test, karena samplingnya lebih luas.
Adapun kelemahan butir soal objektif adalah :
1.    Mendorong peserta tes untuk menebak jawaban, karena mereka belum menguasai materi pelajaran tersebut.
2.    Terlalu menekankan kepada ingatan.
3.    Peserta tes harus selalu memberikan penilaian absolut.
4.    Banyak memakan biaya, karena lembaran-lembaran item test harus sebanyak jumlah pengikut test.
5.    Nilai yang diperoleh belum tentu sesuai dengan kemampuan siswa, karena tak jarang siswa yang hanya asal menerka jawaban

B. Tes Uraian/esai
Pengertian tes uraian adalah butiran soal yang mengandung pertanyaan
atau tugas yang jawaban atau pengerjaan soal tersebut harus dilakukan dengan cara mengekspresikan pikiran peserta tes secara naratif.
Ciri khas tes uraian ialah jawaban terhadap soal tersebut tidak disediakan oleh orang yang mengkontruksi butir soal, tetapi dipasok oleh peserta tes. Peserta tes bebas untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Setiap peserta tes dapat memilih, menghubungkan, dan atau menyampaikan gagasan dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Jadi perbedaan utama tes objektif dan uraian dalah siapa yang menyediakan jawaban atau alternative jawaban sudah disediakan oleh pembuat soal. Dengan pengertian diatas maka pemberian skor terhadap soal uraian tidak mungkin dilakukan secara objektif.




Adapun kelebihan soal uraian adalah :
1.    Tes uraian dapat dengan baik mengukur hasil belajar yang kompleks, artinya hasil belajar yang tidak sederhana. Hasil belajar yang kompleks tidak hanya membedakan yang benar dari yang salah, tetapi juga dapat mengekspresikan pemikiran peserta tes serta pemilihan kata yang dapat memberi arti yang spesifik pada suatu pemahaman tertentu.
2.    Tes bentuk uraian terutama menekankan kepada pengukuran kemampuan dan kemampuan mengintegrasikan berbagai buah pikiran dan sumber informasi kedalam suatu pola berpikir tertentu, yang disertai dengan keterampilan pemecahan masalah. Integrasi buah pikiran itu membutuhkan dukungan kemampuan untuk mengekspresikannya. Tanpa dukungan kemampuan
mengekspresikan buah pikiran secara teratur dan terarah, maka kemampuan tidak terlihat secara utuh. Bahkan kemampuan itu secara sederhana sudah akan dapat kelihatan dengan jelas dalam pemilihan kata, penyusunan kalimat, penggunaan tanda baca, penyusunan paragraf dan susunan rangkain paragraf dalam suatu keutuhan pikiran.
3.    Bentuk tes uraian lebih meningkatkan motivasi peserta didik untuk melahirkan kepribadiannya dan watak sendiri, sesuai dengan sifat tes uraian yang menuntut kemampuan siswa untuk mengekspresikan jawaban dalam kata-kata sendiri. Untuk dapat mengekspresikan pemahaman dan penguasaan bahan dalam jawaban tes, maka bentuk tes uraian menuntut penguasaan bahan secara utuh.


Penguasaan bahan yang tanggung atau parsial dapat dideteksi dengan mudah. Karena itu untuk menjawab tes uraian dengan baik peserta tes akan berusaha menguasai bahan yang diperkirakannya akan diujikan dalam tes secara tuntas. Seorang peserta tes yang mengerjakan tes uraian dengan penguasaan bahan parsial akan tidak mampu menjawab soal dengan benar atau akan berusaha dengan cara membual.
4.    Kelebihan lain tes uraian ialah memudahkan guru untuk menyusun butir soal. Kemudahan ini terutama disebabkan oleh dua hal, yaitu:
a       Jumlah butir soal tidak perlu banyak
b       Kedua, guru tidak selalu harus memasok jawaban atau kemungkinan jawaban yang benar sehingga akan sangat menghemat waktu konstruksi soal. Tetapi hal ini tidak berarti butir soal uraian dapat dikontruksikan secara asal-asalan. Kaidah penyusunan tes uraian tidaklah lebih sederhana dari kaidah penyusunan tes objektif.
5.    Tes uraian sangat menekankan kemampuan menulis. Hal ini merupakn kebaikan sekaligus kelemahannya. Dalam arti yang positif tes uraian akan sangat mendorong siswa dan guru untuk belajar dan mengajar, serta menyatakan pikiran secara tertulis. Dengan demikian diharapkan kemampuan para peserta didik dalam menyatakan pikiran secara tertulis akan meningkat. Tetapi dilihat dari segi lain, penekanan yang berlebihan terhadap penggunaan tes uraian yang sangat menekankan kepada kemampuan menyatakan pikiran dalam bentuk tulisan yang dapat menjadikan tes sebagai alat ukur yang tidak adil dan tidak reliable. Bagi siswa yang tidak mempunyai kemampuan menulis, akan menjadi beban.
Tes uraian di samping memiliki kelebihan terdapat pula kelemahan-kelemahannya, yaitu :
1.    Reliabilitasnya rendah artinya skor yang dicapai oleh peserta tes tidak konsisten bila tes yang sama atau tes yang parallel yang diuji ulang beberapa kali.Menurut Robert L. Ebel A. Frisbie (1986 : 129) terdapat tiga hal yang menyebabkan tes uraian realibilitasnya rendah yaitu pertama keterbatasan sampel bahan yang tercakup dalam soal tes. Kedua, batas-batas tugas yang harus dikerjakan oleh peserta tes sangat longgar, walaupun telah diusahakan untuk menentukan batasan-batasan yang cukup ketat. Ketiga, subjektifitas penilaian yang dilakukan oleh pemeriksa tes.
2.    Untuk menyelesaikan tes uraian guru dan siswa membutuhkan waktu yang banyak.
3.     Jawaban peserta tes kadang-kadang disertai bualan-bualan.
4.    Kemampuan menyatakan pikiran secara tertulis menjadi hal yang paling membedakan prestasi belajar siswa.

SK-KD MATEMATIKA SMP

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Kelas VII,  Semester 1
Standar Kompetensi
Komptensi Dasar
Bilangan
1.   Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah

1.1    Melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan
1.2    Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dalam pemecahan masalah
Aljabar
2.   Memahami bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel

2.1   Mengenali bentuk aljabar dan unsur-unsurnya 
2.2   Melakukan operasi pada bentuk aljabar
2.3   Menyelesaikan persamaan linear satu variabel
2.4   Menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel
3.   Menggunakan bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, dan perbandingan dalam pemecahan masalah
3.1   Membuat matematika dari masalah  yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel
3.2   Menyelesaikan matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel
3.3   Menggunakan konsep aljabar dalam pemecahan masalah aritmetika sosial yang sederhana
3.4   Menggunakan perbandingan untuk pemecahan masalah

Kelas VII,  Semester 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Aljabar
4. Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah

4.1   Memahami pengertian dan notasi himpunan, serta penyajiannya
4.2   Memahami konsep himpunan bagian
4.3   Melakukan operasi irisan, gabungan, kurang (difference), dan komplemen pada himpunan
4.4   Menyajikan himpunan dengan diagram Venn
4.5   Menggunakan konsep himpunan dalam pemecahan masalah
Geometri
5. Memahami hubungan garis dengan garis, garis dengan sudut, sudut dengan sudut, serta menentukan ukurannya



5.1    Menentukan hubungan antara dua garis, serta besar dan jenis sudut
5.2    Memahami sifat-sifat sudut yang terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan dengan garis lain
5.3    Melukis sudut
5.4    Membagi sudut
6. Memahami konsep segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya
6.1   Mengidentifikasi sifat-sifat segitiga berdasarkan sisi dan sudutnya
6.2   Mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang
6.3   Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah
6.4   Melukis segitiga, garis tinggi, garis bagi, garis berat dan garis sumbu

Kelas VIII,  Semester 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Aljabar
1. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus





1.1 Melakukan operasi aljabar
1.2 Menguraikan bentuk aljabar ke dalam faktor-faktornya
1.3 Memahami relasi dan fungsi
1.4 Menentukan nilai fungsi
1.5 Membuat sketsa grafik fungsi aljabar sederhana pada sistem koordinat Cartesius
1.6 Menentukan gradien, persamaan dan grafik garis lurus
2. Memahami sistem persa-maan linear dua variabel  dan menggunakannya dalam pemecahan masalah
2.1 Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel
2.2 Membuat matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel
2.3 Menyelesaikan matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya
Geometri dan Pengukuran
3. Menggunakan Teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah

3.1 Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menentukan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku
3.2 Memecahkan masalah pada bangun datar yang berkaitan dengan Teorema Pythagoras

Kelas VIII,  Semester 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Geometri dan Pengukuran
4. Menentukan unsur, bagian lingkaran serta ukurannya




4.1 Menentukan unsur dan bagian-bagian lingkaran
4.2 Menghitung keliling dan luas lingkaran
4.3 Menggunakan hubungan sudut pusat, panjang busur, luas juring dalam pemecahan masalah
4.4 Menghitung panjang garis singgung persekutuan dua lingkaran
4.5 Melukis lingkaran dalam dan lingkaran luar suatu segitiga
5. Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta
    menentukan ukurannya
5.1 Mengidentifikasi sifat-sifat kubus, balok, prisma dan limas serta bagian-bagiannya
5.2 Membuat jaring-jaring kubus, balok, prisma dan limas
5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma dan limas

Kelas IX,  Semester 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Geometri dan Pengukuran
1. Memahami kesebangunan bangun datar dan penggunaannya dalam pemecahan masalah


1.1 Mengidentifikasi bangun-bangun datar yang sebangun dan kongruen
1.2 Mengidentifikasi sifat-sifat dua segitiga sebangun dan kongruen
1.3 Menggunakan konsep kesebangunan segitiga dalam pemecahan masalah
2. Memahami sifat-sifat tabung, kerucut dan bola, serta menentukan ukurannya
2.1 Mengidentifikasi unsur-unsur tabung, kerucut dan bola
2.2 Menghitung luas selimut dan volume tabung, kerucut dan bola
2.3 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan tabung, kerucut dan bola
Statistika dan Peluang
3. Melakukan pengolahan dan penyajian data


3.1   Menentukan rata-rata, median, dan modus data tunggal serta penafsirannya
3.2   Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, dan lingkaran
4. Memahami peluang kejadian sederhana
4.1   Menentukan ruang sampel suatu percobaan
4.2   Menentukan peluang suatu kejadian sederhana

 Kelas IX,  Semester 2  
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Bilangan
5. Memahami sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar serta penggunaannya dalam pemecahan masalah sederhana


5.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar
5.2 Melakukan operasi aljabar yang melibatkan bilangan berpangkat bulat dan bentuk akar
5.3 Memecahkan masalah sederhana yang berkaitan dengan bilangan berpangkat dan bentuk akar
6. Memahami barisan dan deret bilangan serta penggunaannya dalam pemecahan masalah
6.1 Menentukan pola barisan bilangan sederhana
6.2 Menentukan suku ke-n barisan aritmatika dan barisan geometri
6.3 Menentukan jumlah n suku pertama deret aritmatika dan deret geometri
6.4 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan barisan dan deret